Ramadhan ini telah berlalu. Kemarin pagi takbir terdengar bersahut-sahutan, di kejauhan. Saya sendiri disini. Situasi ini merupakan pengulangan-pengulangan. Siklusnya begini-begini saja: bahagia, penuh harapan dan semangat di awal, terlena di tengah dan menyesal di akhir. Malam-malam terakhir Ramadhan selalu penuh keharuan. Betapa sebenarnya kita mampu ber-Ramadhan dengan lebih baik lagi dari apa yang telah kita lakukan. Akhirnya kita dengan sangat mendalam semoga bisa bertemu dengan Ramadhan selanjutnya. Insya Alloh persiapan akan dilakukan dengan lebih baik.
Bagaimana pun, selalu harus ada yang khusus yang kita dapatkan dari setiap Ramadhan, dalam ukuran paling minimal sekalipun. Keyakinan, itulah makna khusus bagi saya. Alloh tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang kembali padaNya. Dan akan kuyakini ini sekuat mungkin. Selamuanya.